Contoh Pidato Menyambut Tahun Baru Hijriah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahi rabbil’alamin, wa bihi nasta’iinu ‘alaa umuuriddunya waddiin, wash shalatu was salamu’alaa asyrafil anbiyai wal mursalin, wa’ala aalihi wa ash-habihi ajma’in, amma ba’du.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah Swt,

Marilah terlebih dahulu kita panjatkan puji syukur  yang sedalam-dalamnya kepada Allah swt. berkat rahmat, taufik dan hidayah-Nya, sehingga pada saat ini kita dapat berkumpul bersama-sama di tempat ini.

Hadirin yang berbahagia,

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru Hijriah. Marilah kita sejenak menengok ke belakang melakukan evaluasi dan instrospeksi diri, seberapa jauh ketaatan yang telah kita perbuat selama masa satu tahun berlalu. Apakah kebaikan dan amal saleh yang kita lakukan selama ini lebih banyak daripada keburukan dan kemaksiatan, atau keburukan lebih banyak daripada kebaikan atau masih sebanding antara keduanya. Dengan melakukan evaluasi dan instrospeksi  secara cermat dan teliti mengenai amal perbuatan kita selama ini, tentu kita menjadi tahu, apakah kita termasuk orang yang beruntung, atau justru menjadi orang yang merugi, buntung bahkan celaka. Kemudian kita melakukan pertobatan, meninggalkan keburukan dan kesabaran, kita berusaha bangkit untuk memperbaiki diri melakukan aktivitas kesalehan yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat, agama, nusa dan bangsa.

Hadirin yang berbahagia,

Dalam memasuki lembaran baru ini, marilah kita susun langkah-langkag strategis untuk meraih masa depan yang lebih baik dan gemilang dalam naungan ridho Allah swt. Ada beberapa hal kiranya penting untuk dijadikan sebagai pegangan dalam menapaki kehidupan lembaran baru yang semakin banyak tantangan, cobaan dan godaan juga semakin ketatnya persaingan dalam setiap kehidupan, diantaranya ialah:

Pertama; memperteguh keimanan dan memaknai kehidupan ini dengan penuh  nuansa kesalehan dan kebaktian kepada Allah swt. Dengan begitu insya Allah kehidupan kita akan damai dan sejahtera dalam naungan rahmat dan ridho Allah swt.

Kedua; bekerja dan beramal. Kita diperintahkan untuk bekerja dan selalu berusaha agar apa yang kita inginkan dan dicita-citakan dapat tercapai. Kiranya tidak ada sesuatupun di dunia ini yang diperolehnya dengan tanpa melalui proses bekerja dan berusaha. Karenanya, hendaklah kita terus berusaha dan bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh. Seperti sabda Rasulullah yang berbunyi: “Dan katakanlah: bekerjalah kmau maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu”.

Allah akan memberikan kehidupan yang baik dan sejahtera bagi orang beriman yang mau beramal atau bekerja secara baik dan sungguh-sungguh. Dinyatakan dalam sabda Nabi Muhammad saw yang artinya: “Bekerjalah untuk kehidupan kamu di dunia, seakan-akan kamu akan hidup selamanya dan beramallah untuk akhiratmu, seakan-akan kamu akan mati esok”.

Hadirin yang insya Allah dirahmati Allah swt,

Ketiga; memandang ke depan dengan penuh optimisme, tanpa mengenal putus asa, selalu berharap akan rahmat Allah swt. yang amat luas. Sebagai umat Islam kita tidak boleh berputus asa, hidup memang penuh tantangan dan cobaan, semuanya harus dihadapi dengan kegigihan, keuletan dan kesabaran sehingga kita dapat melewati tantangan dan lulus menghadapi ujian untuk mencapai derajat yang lebih tinggi. Tanpa adanya tantangan dan ujian seseorang tidak akan dewasa dalam hidupnya dan tidak akan mengalami pencapaian ke arah yang lebih baik. Islam secara tegas melarang berputus asa, sebagaimana firman Allah swt dalam surat Yusuf ayat 87 yang artinya: “Dan janganlah kamu putus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir”.

Keempat; berdoa, setelah usaha secara lahiriah telah kita lakukan dengan baik, maka kita tidak boleh mengesampingkan usaha batin dengan jalan berdo’a kepada Allah swt agar apa yang kita harapkan dan cita-citakan dapat segera tercapai dengan baik. Allah swt berfirman dalam surat Al-Mu’min ayat 60 yang artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu”.

Kelima; bersabar dan bertawakal, usaha maksimal yang telah kita lakukan dalam melakukan kebaikan haruslah kita sertai tawakal kepada Allah swt karena dengan begitu Allah akan memberikan kecukupan akan keperluan kita.

Hadirin yang berbahagia,

Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan dalam rangka menyambut datangnya tahun baru Hijriah. Terima kasih atas segala perhatiannya. Mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafannya.

Hadaanallahu wa iyyakum ajma’in wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s